Sejauh pengalaman saya, saya tidak melihat ada argumen yang kuat dari pihak penganut Yahweisme. Saya mencoba berdiskusi dengan salah satu debater (Kristian Sugiyarto) di blognya: http://ksugiyarto.multiply.com/journal/item/6/Kesaksian_para_Bapak_Gereja_atas_Injil_Ibrani_Matius?replies_read=18 Tapi tampaknya dia tidak memberi argumen yang kuat sama sekali. Malah dari respons terakhirnya kelihatan bahwa dasar dari pegangannya pada Yahweisme adalah penolakan terhadap inspirasi teks Alkitab.
Kalau kita melihat Kel 23:13 ( saya kutip dari KJV saja supaya netral ) maka kita mengetahui bahwa kita tidak dapat menyebutkan sebuah nama sesembahan atau nama ilah atau nama berhala lain.
Exo 23:13 KJV And in all things that I have said unto you be circumspect: and make no mention of the name of other gods, neither let it be heard out of thy mouth.
Karena ayat di atas ini saya lebih cenderung memakai kata "Elohim" daripada kata "Allah". Kita ketahui bahwa "Allah" adalah nama sesembahan umat Islam yang berbeda dengan "Elohim".
Salah satu perbedaan antara "Allah" dengan "Elohim" adalah : Allah - melalui Al Quran mengajarkan penyangkalan terhadap status Yesus Kristus sebagai Anak Elohim dan Tuhan.
Elohim - melalui Tanakh dan Brist Chadashah mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah "The Only Begotten Son".
Jadi dilihat dari buah pengajarannya, maka "Allah" dan "Elohim" adalah 2 figur yang berbeda.
Dengan tidak memakai "Allah" bukan berarti saya pendukung "Yahwehisme". Mengapa? Karena kalau kita memperhatikan pengajaran dari Tanakh, penulisan YHVH dilafalkan menjadi ADONAI bagi setiaporang Yahudi yang membaca Kitab Suci.
Setiap menemukan tulisan YHVH, bangsa Yahudi melafalkannya menjadi ADONAI. Jadi bagaimana melafalkan tulisan YHVH yang sebenarnya?
Jawab : Tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Orang Yahudi sendiri tidak mengetahuinya, masakan kita sebagai gentiles malah berani-beraninya melafalkan menjadi YAHWEH?
Perlu diketahui bahwa di dalam grammar atau tata bahasa Ibrani, tidak dikenal huruf W. Jadi dengan demikian penulisan YAHWEH adalah salah secara tata bahasa.
Demikian juga dalam huruf Paleo Hebrew, yaitu huruf Ibrani sebelum tahun 586 BC, tetap tidak dikenal huruf W. Dalam Paleo Hebrew huruf VAV memang dilafalkan "waw". Tetapi penulisannya tetap VAV.
Selain itu Paleo Hebrew sudah tidak dipakai lagi sejak tahun 586 BC. Sejak tahun 586 BC sampai sekarang, huruf VAV dilafalkan "vahv". Jadi penulisan YAHWEH atau pelafalan YAHWEH secara tata bahasa adalah salah.
Lalu bagaimana sikap dan posisi saya? Saya bukan pengagung Nama YAHWEH, karena secara grammar penuisan dan pelafalannya saja salah, karena dalam tata bahasa Ibrani sama sekali tidak dikenal huruf W.
Saya juga tidak setuju dengan pemakaian kata "Allah" di dalam Alkitab berbahasa Indonesia karena alasan Kel 23:13.
Saya hanya mengikuti apa aturan mainnya yang sebenarnya berlaku dalam tata bahasa Ibrani.
Kalau kita ingin memakai Nama Tetragrammaton maka tulislah dengan benar yaitu YHVH. Bukan YAHWEH, dan juga bukan YHWH.
Tetapi bagaimana melafalkan penulisan YHVH? Saya pribadi melafalkannya ADONAI. Karena tidak ada yang mengetahui dengan benar bagaimana melafalkan penulisan YHVH. Bahkan orang Yahudi sendiri pun tidak mengetahuinya.
Kalau kita tidak ingin memakai Nama Tetragrammaton, maka dengan penulisan ADONAI atau TUHAN atau LORD (huruf besar) itu juga benar. Ini seperti yang dilakukan dalam KJV.
Apakah ini artinya kita berdosa karena menyembunyikan Nama Bapa? Tidak! Mengapa? Karena Joh 10:30.
Joh 10:30 KJV I and my Father are one.
Tuhan Yesus dan Bapa adalah satu. Ketika kita memanggil Nama Yesus, maka itu juga memanggil Nama Bapa. Karena Bapa mengasihi Anak, dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada Anak.
Joh 3:35 KJV The Father loveth the Son, and hath given all things into his hand.
Tentang Sdr Kristian, saya juga pernah berdiskusi dengan dia. Kesan yang saya terima dalam berdiskusi dengan dia adalah : membahas firman Tuhan dia bawakan seperti adu ilmu silat, dengan memakai kata "saya tantang...".
Saya mendapatkan kesan (maaf) bahwa Sdr Kristian sangat sombong, sampai-sampai ia ingin membuat Alkitab versi dia sendiri.
Selain itu referensi Sdr Kristian adalah Restoration Scripture karya Rabbi Moshe Yoseph Koniuchowsky dari Yayasan YATI yang notabene tidak mendapat endorsement dari Jewish Publication Society.
Jika ingin memakai Alkitab berbahasa Ibrani yang benar yang mendapat endorsement dari Jewish Publication Society, pakailah Complete Jewish Bible yang terdiri dari Tanakh (PL) dan Brist Chadashah (PB).
Jadi saya sudah dapat memprediksikan bahwa debat teologi di atas akan seperti adu ilmu silat dari Sdr Kristian kembali.
Karena orang Kristen yang memakai kata "Allah" adalah salah karena bertentangan dengan Kel 23:13, sedangkan orang Kristen seperti Sdr Kristian juga salah karena salah dalam penulisan dan pelafalan Tetragrammaton secara tata bahasa Ibrani. (Note : Sdr Kristian pernah mengakui dalam diskusinya dengan saya bahwa beliau memang tidak mengerti sama sekali tentang tata bahasa Ibrani maupun bahasa Ibrani).
Jadi bagi saya ini ibaratnya diskusi 2 kubu yang sebenarnya sama-sama salah.
kenapa kalau KJV netral? bukannya paling netral adalah bahasa aslinya? atau mungkin buat bahasa inggeris, adalah NASB yang sekarang adalah terjemahan yang paling literal yang tersedia di pasaran?
Yang saya pikir menjadi crux dari perdebatan ini adalah: (saya kutip dari diskusi saya dengan Kristian) di multiplynya:
Saya perhatikan bahwa argumen terkuat dari mereka yang menggunakan kata “Allah” adalah fakta bahwa kata “Yahweh” tidak digunakan dalam Perjanjian Baru. Yang digunakan malah padanan kata Yunaninya. Kemudian ternyata memang Perjanjian Baru itu ditulis dalam Bahasa Yunani. Lalu karena semua mengakui bahwa kitab Perjanjian Baru itu adalah hasil pengilhaman Roh Kudus, maka tentunya tidak digunakannya kata “Yahweh” bukan masalah. Atau dengan kata lain menggantikan kata “Yahweh” dengan padanan kata dalam bahasa lain bukan masalah.
Mungkin pak Andre bisa kasih sedikit penerangan di sini.
Karena topik pembicaraan di sini adalah menyangkut Alkitab TB-LAI ( yang menyokong kata "Allah") dan menyangkut Alkitab ILT ( yang menyokong kata "YAHWEH" ), karena itu saya memakai KJV.
Saya akan kutip satu ayat dari Kisah 2:36 untuk contoh saja.
Act 2:36 KJV Therefore let all the house of Israel know assuredly, that God [THEOS] hath made that same Jesus, whom ye have crucified, both Lord [KURIOS] and Christ.
Act 2:36 Stephens 1550 Textus Receptus asphalos [CERTAINLY] oun [THEN] ginosko [LET HIM BE KNOWING] pas [ALL] oikos [HOUSE] israel [OF ISRAEL] hoti [THAT] kai [AND] kurios [LORD] kai [AND] christos [CHRIST] autos [HIM] ho [THE] theos [GOD] poieo [MAKES] houtos [THIS] ho [THE] iesous [JESUS] hos [WHOM] humeis [YOU] stauroo [CRUCIFY].
Act 2:36 HNT לכן ידע־נא בית־ישראל כלו ברור כי האלהים שם את־ישוע זה אשר צלבתם לאדון ולמשיח׃
Kata THEOS dalam bahasa Yunani diterjemahkan menjadi GOD ke dalam bahasa Inggris. Dan kata THEOS dalam bahasa Yunani sama artinya dengan kata אלהים dalam Hebrew New Testament yang dibaca sebagai ELOHIM.
Jadi di dalam manuskrip PB yang berbahasa Yunani memang tidak pernah ditulis Tetragrammaton.
Jika dalam bahasa Yunani kata THEOS adalah sebuah "predikat", sebuah "jabatan", maka demikian juga kata GOD.
Ketika dalam bahasa Indonesia kita memakai kata ALLAH untuk menuliskan kata THEOS atau GOD, maka di sinilah letak problemanya. Mengapa?
Karena ALLAH adalah bukan sebuah "predikat" atau "jabatan". Kata ALLAH adalah sebuah "nama sesembahan". Yaitu nama sesembahan umat Islam.
Jadi sesuai Kel 23:13, maka kita tidak dapat mengucapkan nama sesembahan lain.
Untuk itu sebagai orang Kristen yang berbahasa Indonesia, kita perlu mencari kata yang tepat untuk menuliskan THEOS atau GOD. Karena sampai saat ini belum ada dalam perbendaharaan tata bahasa Indonesia untuk menjelaskan THEOS atau GOD atau ELOHIM.
Karena belum ada dalam tata bahasa Indonesia, maka saya pribadi cenderung memakai kata ELOHIM.
Dalam tata bahasa Yunani, pemakainan kata THEOS adalah sah dan benar.
Mengapa? Karena tidak ada bukti ilmiah bahwa THEOS adalah sebuah nama sesembahan. Dalam tata bahasa Yunani, THEOS adalah identik dengan kata GOD dalam bahasa Inggris.
Tetapi jika THEOS adalah sebuah nama sesembahan, maka demi Kel 23:13, maka kita tidak dapat memakai kata THEOS.
Sama halnya dengan kata ALLAH.
Kata ALLAH sah dan benar kita pakai, andaikata ALLAH adalah bukan nama sesembahan. Tetapi masalahnya adalah ternyata fakta membuktikan bahwa ALLAH adalah nama sesembahan umat Islam dan nabinya Muhammad.
Karena itu demi ayat Kel 23:13, maka kita tidak dapat memakai kata ALLAH dalam Alkitab berbahasa Indonesia.
Pertanyaan selanjutnya saya adalah apakah dalam PB tidak ada sama sekali kata Yahweh yang digantikan kata lain? Mungkin kita bisa dikasih referensinya. Maksud saya referensi dari ahli yang mengatakan demikian. Kalau tidak ada artikel online, yaa paling tidak bukunya di Amazon
Pertanyaan berikut, kalau memang kata YHVH misterius, lalu kenapa kita harus menggunakan kata Yahweh? Lalu, apakah benar kata "Allah" itu nama sesembahan Islam? Mungkin kita bisa dikasih referensinya.
Pertanyaan selanjutnya saya adalah apakah dalam PB tidak ada sama sekali kata Yahweh yang digantikan kata lain? Mungkin kita bisa dikasih referensinya. Maksud saya referensi dari ahli yang mengatakan demikian. Kalau tidak ada artikel online, yaa paling tidak bukunya di Amazon
OJS
Shalom Only,
Ketika saya menulis kalimat ini yang saya tulis di atas : ...Jadi di dalam manuskrip PB yang berbahasa Yunani memang tidak pernah ditulis Tetragrammaton...
maksud saya adalah : Tidak ada penulisan Tetragrammaton (yaitu YHVH) di dalam PB. Tetapi kita perlu mengetahui bahwa penulisan YHVH selalu ditulis KURIOS (huruf besar) di dalam PB.
Contoh : Act 2:34 KJV For David is not ascended into the heavens: but he saith himself, The LORD [KURIOS] said unto my Lord, Sit thou on my right hand,
Kisah 2:34 adalah mengutip dari Maz 110:1 yang dalam bahasa Ibrani terdapat kata ADONAI (huruf besar) untuk menyatakan YHVH.
Jadi di dalam PB sebenarnya tidak ada penulisan YHVH, tetapi penulisan YHVH digantikan dengan kata KURIOS. Mengapa? Hal ini terjadi karena mengikuti PL yang tidak menuliskan YHVH, tetapi ditulis sebagai ADONAI dan dilafalkan juga ADONAI.
Untuk referensinya saya sendiri memakai e-sword. Silahkan Only check di e-sword.
Pertanyaan berikut, kalau memang kata YHVH misterius, lalu kenapa kita harus menggunakan kata Yahweh? Lalu, apakah benar kata "Allah" itu nama sesembahan Islam? Mungkin kita bisa dikasih referensinya.
OJS
Saya sebenarnya kurang sreg dengan istilah misterius.
Yang terjadi dalam sejarah yang perlu kita semua ketahui adalah : bahwa orang-orang Yahudi tidak melafalkan penulisan YHVH.
Jadi ketika dalam PL berbahasa Ibrani (Tanakh) ditemukan penulisan YHVH, maka mereka melafalkan penulisan YHVH menjadi ADONAI.
Jadi, kalau orang Yahudi sendiri tidak melafalkan penulisan YHVH, lalu bagaimana kita dengan seenaknya dapat melafalkan penulisan YHVH dilafalkan menjadi YAHWEH?
Di sini letak kekeliruan mereka pengagung Nama YAHWEH. Mereka tidak mengetahui bahwa dalam tata bahasa Ibrani tidak dikenal huruf W. Jadi bagaimana Nama Bapa dapat menjadi YAHWEH? Bukankah itu namanya sudah mengkorupsi firman Tuhan?
Dalam Kel 20:2 memang dituliskan bahwa Nama-Nya adalah YHVH.
Kita perhatikan bahwa penulisan YHVH dilafalkan menjadi ADONAI.
Bagaimana sebenarnya melafalkan penulisan YHVH? Tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Karena orang Yahudi pun tidak melafalkannya. Jadi janganlah kita menjadi sok Yahudi dari orang Yahudi itu sendiri, seperti mereka pengagum Nama YAHWEH.
Tuhan Yesus sudah mengajarkan kepada kita bagaimana kita seharusnya memanggil YHVH. Justru Tuhan Yesus mengajarkan bukan untuk memanggil Nama YHVH tetapi memanggil-Nya sebagai BAPA atau ABBA AVINU atau FATHER. Contoh : dalam Doa Bapa Kami.
Apakah "Allah" nama sesembahan umat Islam? Dalam kumandang adzan umat Islam mereka selalu mengatakan LA ILLAH LA ILLAH ALLAH...yang artinya TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH.
Dalam bahasa Arab, LA = TIDAK...ILLAH = TUHAN. Sedangkan ALLAH adalah sebuah nama sesembahan.
Silahkan Only check kesaksian Walid Shoebat mantan seorang teroris PLO yang bertobat.
Referensi lain adalah dari buku Dr. Mark A. Gabriel PhD berjudul "Jesus and Muhammad".
Halo semua, salam kenal, Sori tiba2 nimbrung, dan saya agak kembali ke postingan sebelumnya, saya kurang setuju kalau menyebut KJV netral (menurut postingan saudara Andre), bukankah dulu pernah sampai ada gerakan King James Only movement? Itu jelas-jelas menunjukkan ada kelompok yang mendukung terjemahan KJV dan ada yang tidak. Secara dewasa dan secara ilmu teologi, seperti saudara andre yang pasti telah ketahui, kita harus mengakui kalau Ineransi dan Infalibilitas hanya ada pada teks bahasa asli. ( silahkan lanjut diskusi ini, saya hanya mempermasalahkan kenetralan KJV, maaf kalau sampai OOT )
O iya, untuk nyambung ke tema awal. 1. Benarkah orang Kristen tidak boleh memakai nama “Allah”karena “Allah” bukanlah sesembahan orang Kristen? Masalah bahasa, dialek dan gelar. Gak ada masalah, God, Kurios, Allah, Gusti Allah, Sang Maha Hadir, Sang Mahakuasa, Bapa, Sang Pencipta, Alpha Omega, dll
2. Haruskah orang Kristen memakai nama “YHWH” karena itulah sesembahan kita? Tidak harus. Sesembahan kita adalah Yesus Kristus juru selamat, yang karena dia kita dapat menyebut Pencipta Allah Semesta yang maha dahsyat dan maha suci sebagai Bapa.
Tapi ada pertanyaan lain: Haruskah alkitab perjanjian lama ditelaah kembali terjemahannya, terutama pada penulisan YHWH atau tetragrammaton? menurut saya: Harus ada suatu forum berstatus legal secara institusi agama yang sah untuk membahas secara serius! Karena YHWH adalah nama dan identitas dan tertulis pada teks asli yang telah diadaptasi karena "disebut" Adonai.
Tapi ya balik lagi, memang nga masalah mao disebut Yahweh, Yahveh, atau apapun, yang penting pribadi ini adalah Allah Bapa dan lebih penting lagi ya Dialah juga Yesus kristus dalam keagungan dan kedahsyatan Tirtunggalnya.
maksud saya adalah : Tidak ada penulisan Tetragrammaton (yaitu YHVH) di dalam PB. Tetapi kita perlu mengetahui bahwa penulisan YHVH selalu ditulis KURIOS (huruf besar) di dalam PB
Hi Andre, OK, coba saya bangun argumen. Tolong koreksi kalau salah. Argumen 1 1. Dalam Perjanjian Baru digunakan kata Tetragammaton "YHWH" untuk merujuk kepada sesembahan Israel. 2. Naskah Perjanjian Baru mengganti kata "YHWH" dengan kata "KURIOS" 3. Naskah Perjanjian Baru diilhamkan oleh yang ilahi 4. Karena itu kita orang Kristen tidak harus menggunakan kata "YHWH" atau variannya yang sudah diberi vokal untuk menyebut sesembahan Kristen.
Argumen 2 1. Kita orang Kristen tidak harus menggunakan kata "YHWH" atau variannya yang sudah diberi vokal untuk menyebut sesembahan Kristen 2. Kata "ALLAH" adalah nama pribadi sesembahan Islam. 3. Karena itu kita tidak boleh menggunakan kata ALLAH sebagai padanan dari tetragammaton "YHWH"
. Haruskah orang Kristen memakai nama “YHWH” karena itulah sesembahan kita? Tidak harus. Sesembahan kita adalah Yesus Kristus juru selamat, yang karena dia kita dapat menyebut Pencipta Allah Semesta yang maha dahsyat dan maha suci sebagai Bapa.
Thank you ricky. Saya juga belum melihat argumentasi yang kuat dari saudara Andre yang mendukung keharusan menggunakan "YAHWEH"
Hi Andre, Maaf kalo dalam argumen saya, saya memandang kamu sbg penganut Yahweisme. Ternyata stlah sy baca secra teliti anda bukan penganut Yahweisme. Anda hanya memandang perlu untk tidak menggunakan kata "ALLAH"
Halo semua, salam kenal, Sori tiba2 nimbrung, dan saya agak kembali ke postingan sebelumnya, saya kurang setuju kalau menyebut KJV netral (menurut postingan saudara Andre), bukankah dulu pernah sampai ada gerakan King James Only movement? Itu jelas-jelas menunjukkan ada kelompok yang mendukung terjemahan KJV dan ada yang tidak. Secara dewasa dan secara ilmu teologi, seperti saudara andre yang pasti telah ketahui, kita harus mengakui kalau Ineransi dan Infalibilitas hanya ada pada teks bahasa asli. ( silahkan lanjut diskusi ini, saya hanya mempermasalahkan kenetralan KJV, maaf kalau sampai OOT )
Shalom Ricky,
Seperti yang sudah saya bagikan kepada Sdr Yanadi di atas...bahwa dalam topik ini menyangkut 2 terjemahan Alkitab yaitu Alkitab TB-LAI yang memakai kata "ALLAH" dan Alkitab ILT yang memakai kata "YAHWEH"....karena itu untuk netral (dilihat dari 2 kubu LAI dan ILT ) maka saya memakai KJV.
Mengapa? Karena kebetulan saja saya berpendapat bahwa KJV adalah Alkitab yang memiliki terjemahan yang paling mendekati autograf.
Untuk membahas "Bible version" ini diperlukan pengupasan panjang lebar dan topik tersendiri. Jadi agar tidak keluar dari topik semua di atas, maka saya membagikannya sedikit saja mengenai Bible version.
Hi Andre, Maaf kalo dalam argumen saya, saya memandang kamu sbg penganut Yahweisme. Ternyata stlah sy baca secra teliti anda bukan penganut Yahweisme. Anda hanya memandang perlu untk tidak menggunakan kata "ALLAH"
Salam OJS
Saya BUKAN pengagum Yahweisme. Tetapi saya pengagum Tuhan Yesus Kristus. Karena saya percaya disaat kita mengagungkan Sang Anak, maka kita juga mengagungkan Bapa. Seperti ada tertulis di :
Joh 3:35 KJV The Father loveth the Son, and hath given all things into his hand.
Joh 5:23 KJV That all men should honor the Son, even as they honor the Father. He that honoreth not the Son honoreth not the Father which hath sent him.
Saat kita menghormati Anak, maka kita juga menghormati Bapa.
Jadi sebagai orang Indonesia saya memanggil Anak dengan Nama YESUS, itu berarti kita juga sudah menghormati Bapa.
Jika ada orang Yahudi yang berbahasa Ibrani memanggil Anak dengan Nama YESHUA, itu juga berarti kita sudah menghormati Bapa.
Karena dalam hal ini berlaku prinsip : kebenaran karena iman. Bukan kebenaran karena perbuatan.
Rom 3:22 KJV Even the righteousness of God which is by faith of Jesus Christ unto all and upon all them that believe: for there is no difference:
Selain itu, perlu juga saya higlight bahwa saya hanyalah orang yang berusaha mengembalikan semuanya kepada apa yang tertulis di Scripture dan juga membagikan kepada sesama rekan Kristen bahwa "ALLAH" adalah sebuah "nama sesembahan".
Selama ini kita terlena dengan pengertian bahwa "ALLAH" adalah sebuah "jabatan". Padahal kalau dilihat dari akar bahasa-nya yaitu bahasa Arab, kata "ALLAH" adalah sebuah "nama" BUKAN sebuah "jabatan".
Selanjutnya sikap saya tentang Yahweisme adalah : Hendaknya kita kembalikan semua kepada Scripture, yaitu apa yang tertulis di dalam manuskrip bahasa aslinya.
Jika dalam PL yang berbahasa Ibrani penulisan YHVH dilafalkan menjadi ADONAI, maka kita ikuti saja. Tidak usah kita seakan-akan menjadi lebih Yahudi daripada orang Yahudi sendiri yang sebenarnya mereka tidak melafalkan penulisan YHVH.
Jadi...kalau dalam penulisan yang benar, tulislah Nama-Nya yaitu YHVH. Tetapi dalam pelafalan kita lafalkan menjadi TUHAN (bahasa Indonesia), LORD (bahasa Inggris) atau ADONAI (bahasa Ibrani).
1. Benarkah orang Kristen tidak boleh memakai nama “Allah”karena “Allah” bukanlah sesembahan orang Kristen?
Sebagai orang Kristen, maka kita memegang PL dan PB yang sama-sama kita imani sebaga firman Tuhan.
Dalam PL tertulis Kel 23:13 yang berbunyi : Exo 23:13 KJV And in all things that I have said unto you be circumspect: and make no mention of the name of other gods, neither let it be heard out of thy mouth.
Karena ada ayat di firman Tuhan yang mengatakan demikian, maka kita perlu hati-hati jangan sampai kita terlena dan tanpa disadari mengucapkan nama sesembahan lain.
Pertanyaan-nya sekarang yang muncul adalah : Apakah "ALLAH" sebuah "nama sesembahan" atau sebuah "jabatan"?
Untuk detailnya agar dapat mengetahui apakah "ALLAH" sebuah "nama sesembahan" atau sebuah "jabatan", maka mari kita lihat saja ke Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Berikut ini saya kutip definisi kata "ALLAH" dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Allah : nama Tuhan dalam bahasa Arab; pencipta alam semesta yg mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yg disembah oleh orang yg beriman:
Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia, "ALLAH" adalah sebuah "nama sesembahan" bangsa Arab dalam bahasa Arab.
Lalu, kalau kita mengetahui bahwa "ALLAH" adalah "nama sesembahan", maka sesuai Kel 23:13, bolehkan kita memakai kata tersebut?
Lain hal-nya kalau "ALLAH" ternyata bukan sebuah "nama sesembahan".
2. Haruskah orang Kristen memakai nama “YHWH” karena itulah sesembahan kita?
Identitas kita adalah "KRISTEN" yang artinya adalah "PENGIKUT KRISTUS".
Jadi untuk mudahnya, kita ikuti saja bagaimana cara Tuhan Yesus memanggil YHVH? Apakah Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar memanggil-Nya dengan Nama YHVH? Tidak pernah, kan?
Tetapi sebaliknya , melalui Doa Bapa Kami, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar memangil-Nya sebagai BAPA atau FATHER atau ABBA atau ABBA AVINU.
Note: Secara penulisan yang benar adalah YHVH bukan YHWH. Karena dalam tata bahasa Ibrani tidak dikenal huruf W.
Jika dalam PL ada penulisan YHVH, maka seyogyanya dalam PL kita yang berbahasa Indonesia juga seharusnya ada penulisan YHVH, tetapi pelafalannya tetap menjadi TUHAN.
Tapi ya balik lagi, memang nga masalah mao disebut Yahweh, Yahveh, atau apapun, yang penting pribadi ini adalah Allah Bapa dan lebih penting lagi ya Dialah juga Yesus kristus dalam keagungan dan kedahsyatan Tirtunggalnya.
Mari kita berusaha membiasakan melakukan sesuatu dengan baik dan benar.
Jika kita berkeinginan memakai kata "YAHWEH" maka secara tata bahasa Ibrani penulisannya bukan "YAHWEH" tetapi YHVH. Karena dalam grammar bahasa Ibrani tidak dikenal huruf W.
Jika kita berkeinginan memakai kata "YAHVEH" hal itu juga masih salah. Mengapa? Karena dalam tata bahasa Ibrani, orang-orang Yahudi tidak melafalkan penulisan YHVH. Setiap ada penulisan YHVH, orang-orang Yahudi melafalkannya menjadi ADONAI. Jadi tidak ada 1 orangpun yang tahu dengan benar bagaimana melafalkan penulisan YHVH.
Jadi supaya aman, baik dan benar (tidak bertentangan dengan firman Tuhan dan grammar bahasa Ibrani) kita ikuti saja apa yang tertulis di firman Tuhan.
Jika dalam PL tulisan YHVH dilafalkan menjadi TUHAN, maka itu sudah benar Seperti yang banyak terdapat dalam beberapa terjemahan ALkitab berbahasa Inggris dan Indonesia.
Jika dalam PB Tuhan Yesus mengajarkan memanggil-Nya dengan kata BAPA, bukan sebagai YHVH, maka kita ikuti saja ajaran Tuhan Yesus, karena identitas kita adalah Kristen yaitu pengikut Kristus.
Setahu saya nama "ALLAH" adalah sebuah "nama sesembahan" dan bukan "jabatan"
Saya dulu mengira itu adalah jabatan, karena alkitab LAI memperlakukannya sebagai "jabatan". Ternyata salah. Itu "nama".
itu sebabnya jika kita memanggil nama itu, rasanya kita sedang memanggil sesembahan yang lain.
Kekacauan terjadi pada saat penerjemahan Alkitab LAI. Mengapakah LAI masih mempertahankan nama itu ? Saya kira itu lebih berkaitan dengan politik, dan "faktor faktor lain".
Coba periksa berita di Malaysia, orang Kristen dilarang memakai nama itu. Ini adalah sebuah konfirmasi bukan ??
Ok teman2, jadi kalau saya bisa simpulkan dari diskusi kita kira2 kesimpulannya seperti ini: 1. Topik perdebatan yang sebenarnya adalah apakah kita boleh menggunakan kata "Allah" untuk merujuk pada sesembahan Kristen sbg pelafalan terhadap "YHVH".
2. Supaya konsisten, "YAHWEH" jelas tidak harus digunakan karena "YAHWEH" sebenarnya adalah semacam pelafalan dari "YHVH".
3. Kata apapun boleh digunakan untuk merujuk pada YHVH selama kata itu patut dan tidak merujuk pada sesembahan lain.
Ok teman2, jadi kalau saya bisa simpulkan dari diskusi kita kira2 kesimpulannya seperti ini: 1. Topik perdebatan yang sebenarnya adalah apakah kita boleh menggunakan kata "Allah" untuk merujuk pada sesembahan Kristen sbg pelafalan terhadap "YHWH".
2. Supaya konsisten, "YAHWEH" jelas tidak harus digunakan karena "YAHWEH" sebenarnya adalah semacam pelafalan dari "YHWH".
3. Kata apapun boleh digunakan untuk merujuk pada YHWH selama kata itu patut dan tidak merujuk pada sesembahan lain.
Bagaimana teman-teman?
OJS
Koreksi sedikit ya Only tentang penulisan yang benar,
Karena dalam tata bahasa Ibrani sekarang tidak dikenal huruf W, maka penulisan yang benar adalah bukan YHWH, tetapi YHVH, terdiri dari huruf YOD-HEY-VAV-HEY.
Huruf VAV dilafalkan menjadi "vahv".
Jadi dalam tata bahasa Ibrani penulisan YHVH tidak mungkin dilafalkan menjadi YAHWEH karena huruf VAV dilafalkan menjadi "vahv" bukan "waw".
Dalam bahasa Ibrani kuno atau yang disebut dengan Paleo Hebrew huruf VAV memang dilafalkan "waw", tetapi dalam segi penulisan tetap huruf VAV. Selain itu Paleo Hebrew sudah tidak dipakai lagi sejak tahun 586 BC.
Sejak pembuangan dari Babilonia sampai sekarang ini, bahasa yang dipakai adalah Hebrew, bukan Paleo Hebrew.
Jadi kalau orang Yahudi sendiri tidak melafalkan penulisan YHVH, dan melafalkannya menjadi ADONAI, masakan kita dengan beraninya melafalkan menjadi YAHWEH?
Mungkin ada pengagum kata YAHWEH yang mau mengajukan argumen untuk mendukung kesyahihan pengharusan penggunaan kata YAHWEH yang membaca ini? Silahkan justifikasi ajaran yang anda percayai sebagai benar.
Sejauh pengalaman saya, saya tidak melihat ada argumen yang kuat dari pihak penganut Yahweisme. Saya mencoba berdiskusi dengan salah satu debater (Kristian Sugiyarto) di blognya: http://ksugiyarto.multiply.com/journal/item/6/Kesaksian_para_Bapak_Gereja_atas_Injil_Ibrani_Matius?replies_read=18 Tapi tampaknya dia tidak memberi argumen yang kuat sama sekali. Malah dari respons terakhirnya kelihatan bahwa dasar dari pegangannya pada Yahweisme adalah penolakan terhadap inspirasi teks Alkitab.
Apa yang Anda inginkan? Anda sebenarnya paham nggak atas tulisan saya, jika belum/tidak, tegaskan yang mana lalu kita diskusikan lagi
He3x, Anda hanya pindah tempat saja memasalahkan huruf Ibrani keenam W versus V. BibleWorks6 justru milih W. Perihal pelafalan YHWH tidak dikenal lagi, memang demikian bagi orang yang tidak merindukan menyebut nama-Nya. Tak satu ayatpun dalam PL bahwa kita bisa mengganti sebutan YHWH, meskipun kita memang bisa menyebutnya Adonai kepada-Nya. Bagi mereka yang merindukan menyebut nama_Nya pasti menemukannya. Jika Anda meragukan ketepatan pelafalan Yahweh, silakan ajukan argumentasinya mana yang benar. Andaikata pelafalan yang pasti benar sekalipun ditemukan, belum tentu seluruh umat manusia di dunia ini bisa mengeja dengan ejaan yang sama sebab beda lidah pasti beda logat/suara. Tidak mengerti bahasa Ibrani bukan berarti tidak bisa menganalisis. Justru Andalah yang "sombong" merasa tahu Ibrani lalu menyalahkan pelafalan maupun penyalinan huruf keenam Ibrani W versus V. Yang ahli Ibrani jauh melebihi Anda tentu sangat banyak dan kenyataannya melafal YHWH bahkan YAHWEH dalam Bibleworks6. Memangnya Anda lebih jago Ibrani ketimbang para ahli / sumber yang ada dalam Bibleworks6? Saya diundang debat dengan alasan membaca tulisan saya di berbagai milis.
Apa yang Anda inginkan? Anda sebenarnya paham nggak atas tulisan saya, jika belum/tidak, tegaskan yang mana lalu kita diskusikan lagi
Halo Pak Sugiarto, Justeru saya yang bingung apakah anda membaca apa yang saya tuliskan, kata apa yang saya pilih, dan kapan saya menuliskan komentar itu.
Kalau anda perhatikan postingan saya, saya menggunakan kata "kelihatan". Jadi itu hanya indikasi. Nah perhatikan juga tanggal saya posting itu. Komentar itu diposting sebelum anda menjawab di blog anda. Jadi kalau ada ungkapan seperti itu tolong dimengerti. Ini semua berada dalam proses. Dan saya belum tanggapi postingan anda yang lebih serius karena saya masih sibuk dengan pekerjaan saya.
Halo semua, salam kenal, Sori tiba2 nimbrung, dan saya agak kembali ke postingan sebelumnya, saya kurang setuju kalau menyebut KJV netral (menurut postingan saudara Andre), bukankah dulu pernah sampai ada gerakan King James Only movement? Itu jelas-jelas menunjukkan ada kelompok yang mendukung terjemahan KJV dan ada yang tidak. Secara dewasa dan secara ilmu teologi, seperti saudara andre yang pasti telah ketahui, kita harus mengakui kalau Ineransi dan Infalibilitas hanya ada pada teks bahasa asli. ( silahkan lanjut diskusi ini, saya hanya mempermasalahkan kenetralan KJV, maaf kalau sampai OOT )
Sori OOT bro OJS,saya nimbrung juga
KJV tidak Netral karena dalam penterjemahannya masuk politik dan kepentingan Raja Inggris,namanya saja sudah cukup jelas : King James. Saya sudah meneliti bagian yang paling mendasar seperti pasal tentang perceraian dan pasal tersebut menunjukkan bagian yang fatal yang membuat kita dapat mengambil kesimpulan : kalau karena berzina,maka boleh bercerai
Pada prinsipnya,semua penterjemahan memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. Lebih baik membaca Earliest Codex(s) baik untuk Old dan New Covenant pada point Netralitas
Sebenarnya segala kerepotan dalam diskusi ini menunjukkan betapa bersyukurnya kita bahwa sebenarnya masalah nama dan sebutan yang sudah jelas dan final dalam satu nama Yesus Kristus, tapi kita tidak pernah memasalahkan (dan saya rasa tidak perlu juga) memasalahkan kalau kalau seharusnya Iesous Christos atau Yeshua Almasech, karena itu hanya masalah perbedaan ejaan dan perbadaan gaya bahasa tertentu dalam menyerap nama asing.
Dan terima kasih pula pada Yesus yang membebaskan kita dari kutuk hukum taurat dan segala peraturan-peraturan Yahudi, kita jadi ga perlu pusing dan takut akan menyebut YHWH, YHVH, yahweh, yehovah, Jehova, bahkan mungkin juga YahuWahu karena memang tanpa vokal, saya dalam keterbatasan sbg. orang indonesia yang belum pernah hidup di israel seribulimaratus tahun lalu hanya bisa membayangkan.
Tapi, kembali lagi, seperti yang di katakan saudara Vanriza, dalam codex asli naskah yang sudah repot2 di sempurnakan oleh kaum masoret (mungkin bagi pengikut asli yahudi malah menurunkan martabat, barangkali) dengan diberikan vokal dan tanda baca, disana tertulis YHWH atau tepatnya seperti avatar ksugiyarto tulisan ibrani kuno-nya, dan masa sih kita harus ikut2an takut seperti orang yang dibawah hukum taurat. Dan relasi tiap orang dalam menyebut Tuhan itu paling penting lho, Gusti Yesus, Allah Bapa, Tuhan mahakuasa, atau yang paling sempurna Yesus Kristus saaat menemukan tulisan itu justru malah membuktikan betapa repotnya dan penuh ketakutannya orang membaca tetragramaton tsb. dan semua telah di selesaikan diatas kayu salib, kalau saya justru merasa sangat diberkati jikala umat bisa mengetahui apa yang sebenarnya dan yang sebenar-benarnya tertulis tanpa takut apapun menyebut YHWH adalah identitas Allah yang diberikan dimulai dari Musa.
Anda hanya pindah tempat saja memasalahkan huruf Ibrani keenam W versus V. BibleWorks6 justru milih W. Perihal pelafalan YHWH tidak dikenal lagi
Kalau memang tidak jelas seperti ini mengapa anda memaksa orang Kristen lain menggunakan "Yahweh"? Dengan kata lain mengapa anda mengikat hati nurani orang lain dengan ajaran yang belum pasti kebenarannya?
Tidak mengerti bahasa Ibrani bukan berarti tidak bisa menganalisis.
OK bagaimana kalau saya tidak mengerti Kimia tetapi saya bisa mengukur pH larutan H2SO4 dan mengetahui implikasi dari H2SO4 sebagai asam? Kalau saya bisa melakukannya, apakah itu berarti saya tidak paham kimia? Saya pikir saya tidak perlu memberi tahu anda ketidakkonsistenan dalam kalimat di atas.
Tentang tulisan Sdr Kristian itu, terus terang saya sudah menilainya sebagai tulisan yang tidak berdasar ketika mengatakan bahwa autograf (naskah asli) Injil Matius ditulis dalam bahasa Ibrani.
Dalam Study Bible KJV dibagian "Introduction the Gospel according to S. Matthew" dijelaskan bahwa Matius menulis naskah aslinya dalam bahasa Yunani.
Berikut ini quotation yang saya salin dan kutip...
QUOTE... Since Matthew's Gospel was written in Greek, Matthew's readers were obviously Greek-speaking. They also seem to have been Jews.
...END OF QUOTE.
Kita ketahui bahwa pada masa Tuhan Yesus saat itu bahasa Yunani adalah bahasa internasional, layaknya bahasa Inggris sekarang ini. Ketika para rasul berusaha mengabarkan Injil ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi sesuai dengan Amanat Agung, maka bahasa yang dipakai adalah bahasa Yunani.
Bagaimana mungkin dapat menyebarkan Injil ke sampai ke ujung bumi kalau hanya memakai bahasa Ibrani? Tentu orang-orang yang tak bersunat (gentiles) akan tidak mengerti.
Mungkin ada pengagum kata YAHWEH yang mau mengajukan argumen untuk mendukung kesyahihan pengharusan penggunaan kata YAHWEH yang membaca ini? Silahkan justifikasi ajaran yang anda percayai sebagai benar.
OJS
Bagi mereka pengagum Nama YAHWEH, saya hanya ingin membagikan sedikit inti dari PB yaitu :
Untuk dapat datang kepada Bapa, maka jalannya adalah harus melalui Anak. Joh 14:6 KJV Jesus saith unto him, I am the way, the truth, and the life: no man cometh unto the Father, but by me.
Kita tidak dapat menjadi pengagung YAHWEH karena yang sebenarnya harus diagungkan adalah YESUS (dalam bahasa Indonesia) atau JESUS (dalam bahasa Inggris) atau YESHUA (dalam bahasa Ibrani). Yang menjadi dasar ayatnya adalah :
Joh 3:35 KJV The Father loveth the Son, and hath given all things into his hand.
Joh 5:22 KJV For the Father judgeth no man, but hath committed all judgment unto the Son:
Joh 5:23 KJV That all men should honor the Son, even as they honor the Father. He that honoreth not the Son honoreth not the Father which hath sent him.
sebenarnya masalah nama dan sebutan yang sudah jelas dan final dalam satu nama Yesus Kristus
Ya Amen. Saya sependapat. Karena sesuai Yoh 5:23 kita mengetahui bahwa kita harus mengagungkan Anak, karena mengagungkan Anak = mengagungkan Bapa.
Jika ada yang ingin datang langsung kepada Bapa tanpa melalui Anak, dan menjadi pengagung Nama Bapa, maka sebenarnya hal ini bertentangan dengan Yoh 3:35 dan Yoh 14:7.
Karena itu jadilah pengagung Anak seperti yang dijelaskan oleh Sdr Ricky di atas.
Saya setuju bahwa nama Tuhan adalah YHWH (atau YHVH --- ada banyak referensi bahwa VAV dan WAW semua digunakan) saya menyarankan JANGAN menyebut YHWH dengan ALLAH, jika memang "berani" sebut Dia dengan YAHWEH, jika "kurang berani", ya sebut dengan BAPA atau TUHAN, jadi, saya TIDAK mengharuskan menyebut YAHWEH, tetapi itu tidak berarti bahwa nama Tuhan bukan YAHWEH.
(ini juga menjawab komentar "Paijo" di pelangikasihministry, yang berkomentar tentang keharusan menyebut Yahweh
saya ikut memberitakan nama Tuhan "YAHWEH", bukan "ALLAH"
(untuk andrewidodo, silakan seacrh di internet kata "YAHWEH", maka bertebaran kata itu ada di sana, bandingkan dengan YHWH, YHVH, YEHOVA, YEHUWAH, dan lain-lain..-- hanya untuk meyakinkan bahwa lata YAHWEH dipakai oleh banyak orang di seluruh dunia)
Saya setuju bahwa nama Tuhan adalah YHWH (atau YHVH --- ada banyak referensi bahwa VAV dan WAW semua digunakan) saya menyarankan JANGAN menyebut YHWH dengan ALLAH, jika memang "berani" sebut Dia dengan YAHWEH, jika "kurang berani", ya sebut dengan BAPA atau TUHAN, jadi, saya TIDAK mengharuskan menyebut YAHWEH, tetapi itu tidak berarti bahwa nama Tuhan bukan YAHWEH.
(ini juga menjawab komentar "Paijo" di pelangikasihministry, yang berkomentar tentang keharusan menyebut Yahweh
saya ikut memberitakan nama Tuhan "YAHWEH", bukan "ALLAH"
(untuk andrewidodo, silakan seacrh di internet kata "YAHWEH", maka bertebaran kata itu ada di sana, bandingkan dengan YHWH, YHVH, YEHOVA, YEHUWAH, dan lain-lain..-- hanya untuk meyakinkan bahwa lata YAHWEH dipakai oleh banyak orang di seluruh dunia)
Shalom dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus,
Jika GK memahami tata bahasa dan grammar dalam bahasa Ibrani, maka sebenarnya TIDAK pernah ada huruf W.
Karena itu penulisan yang benar adalah YHVH yang terdiri dari huruf Ibrani YOD-HEY-VAV-HEY.
Secara KETIV yang benar maka huruf V dituliskan menjadi VAV. Dan secara QERE yang benar huruf VAV dilafalkan menjadi "vahv" seperti bunyi "v" pada kata "vine".
Contoh : Nama "DAUD" dalam bahasa Ibrani ditulis sebagai "DAVID"....bukan menjadi "DAWID". Nama "ABRAHAM" dalam bahasa Ibrani ditulis sebagai "AVRAHAM"...bukan "AWRAHAM".
Bukti : Modern Hebrew Deu 4:2 לא תספו על־הדבר אשר אנכי מצוה אתכם ולא תגרעו ממנו לשמר את־ מצות יהוה אלהיכם אשר אנכי מצוה אתכם׃
Secara tata bahasa yang benar maka KETIV adalah YHVH, bukan YHWH dan bukan YAHWEH. Sedangkan QERE yang benar adalah ADONAI, karena bangsa Yahudi TIDAK melafalkan YHVH.
Jadi jika orang Yahudi sendiri tidak melafalkan penulisan YHVH, lalu mengapa Gentiles malah melafalkan-Nya menjadi YAHWEH? Apakah Gentiles lebih pandai berbahasa Yahudi daripada orang Yahudi itu sendiri?
Terima kasih atas referensi webnya, tetapi mohon maaf Sdr GK....saya tidak memakai web sebagai sumber informasi utama. Saya hanya mengikuti aturan main yang berlaku dalam tata bahasa Ibrani yang tertulis dalam Complete Jewish Bible terbitan dari Jewish Publication Society.
Mereka yang memakai penulisan YHWH atau YAHWEH atau YEHOVAH atau YEHUAH adalah tidak mendapat endorsement dari Jewish Publication Society.
Selain itu, identitas saya adalah KRISTEN yang berarti pengikut Tuhan Yesus Kristus. Saya mengikuti bagaimana cara Tuhan Yesus memanggil YHVH, yaitu memangil-Nya sebagai BAPA. Bukan memanggil sebagai Nama.
Contoh : Dalam Doa Bapa Kami Tuhan Yesus memanggil-Nya sebagai ABBA AVINU atau BAPA atau FATHER.
Maksud Anda apakah pelafalan YAHWEH? Jika, ya, diskusi pelafalan semacam ini sudah sangat banyak; tentu ada yang seperti Anda tidak mempercayainya dan sebaliknya. Secara ringkas, dua huruf pertama terbaca Yah sebagaimana ditemui sekitar 49 kali dalam PL dan sesuai pula dengan teks Murashu terbaca, bahkan YHW terbaca Yahu; lalu tinggal vokalisasi terakhir, dan nampaknya pilihan jatuh pada vokal "e", sehingga hasilnya Yahueh. Jika "W" dipertahankan sebagai vokal, maka hasilnya adalah Yahweh, sementara itu bahasa Arab meyalin Yahwah. Huruf "W" (bahasa Inggris melafal double u) memang sering lebur menjadi vokal "u", misalnya "Jadwal" sering terbaca "Jadual", "Kwalitas" terbaca "Kualitas", begitu juga "Kwantitas" terbaca "Kuantitas".
Saya hanya diundang berdebat, menurut tema utama perihal pro-kontra pemakaian nama YHWH vs Allah. Jadi andaikata pihak lawan menyetujui pro YHWH, berarti pemakaian YHWH dapat dipertahankan demikian juga penolakan kata "Allah" dapat dipertahankan.
O iya, saya mau MENJERNIHKAN posisi saya, ( tidak tahu kalau yang lain ) saya BUKAN pengagum nama Yahweh atau YHWH atau Jehovah atau sejenisnya, YESUS lah yang satu-satunya layak dikagumi dan disembah. Inti saya cuma satu, Perjanjian Lama yang memiliki ineransi dan infalibititas HANYA pada naskah asli, dan di sana tertulis hitam diatas putih YHWH dalam tulisan ibrani kuno.
Saya pikir sudah selayaknya para ahli sejarah, teolog, praktisi agama kristen terutama yang mengaku bergelar sarjana teolog biblika untuk membuka pikiran dan secara benar-benar NETRAL tanpa ada kepentingan golongan manapun meneliti kembali, untuk kebenaran yang paling inti, yaitu kebenaran dalam naskah asli alkitab.
Dan karena saya sudah ditebus oleh Kristus saya tidak lagi TAKUT dan ikut-ikutan sama orang Yahudi membaca YHWH jadi Adonai, itu kan larangan buat mereka, saya mao baca Tuhan atau Bapa atau Gusti atau God atau The Almighty, atau bahkan yang paling pamungkas, YESUS, terserah saya.
Dan saya sudah mulai bosan kalau berdiskusi dengan beberapa dosen teolog yang cuma menyesalkan kenapa YHWH ditulis TUHAN dan bukan YHWH, mereka cuma bisa bilang LAI beginilah, LAI begitulah, tapi tanpa ada usaha menindaklanjutinya secara akademis atau minimal mendoakannya.
O iya, sekedar masukan, saudara Andre, sebaiknya sebelum menggeneralisasi ada orang yang mau mendiskusikan nama YHWH sebagai "Pengagum Yahweh", coba diselidiki dulu apa inti diskusinya atau "main idea" nya.
Saya hanya diundang berdebat, menurut tema utama perihal pro-kontra pemakaian nama YHWH vs Allah. Jadi andaikata pihak lawan menyetujui pro YHWH, berarti pemakaian YHWH dapat dipertahankan demikian juga penolakan kata "Allah" dapat dipertahankan.
Kesalahan para pengagung YHWH adalah karena memakai huruf W yang sama sekali tidak dikenal dalam tata bahasa Ibrani. Dan tidak mengerti apa makna Yoh 14:6.
Sedangkan kesalahan para pengagung ALLAH adalah karena bertentangan dengan Kel 23:13.
Jadi ini hanyalah sebuah diskusi 2 orang yang sama-sama salah.
Apalagi melihat sudah saling tantang menantang. Seperti adu ilmu silat. Saya saja melihatnya malu.
He3x, Anda hanya pindah tempat saja memasalahkan huruf Ibrani keenam W versus V. BibleWorks6 justru milih W. Perihal pelafalan YHWH tidak dikenal lagi, memang demikian bagi orang yang tidak merindukan menyebut nama-Nya. Tak satu ayatpun dalam PL bahwa kita bisa mengganti sebutan YHWH, meskipun kita memang bisa menyebutnya Adonai kepada-Nya. Bagi mereka yang merindukan menyebut nama_Nya pasti menemukannya. Jika Anda meragukan ketepatan pelafalan Yahweh, silakan ajukan argumentasinya mana yang benar. Andaikata pelafalan yang pasti benar sekalipun ditemukan, belum tentu seluruh umat manusia di dunia ini bisa mengeja dengan ejaan yang sama sebab beda lidah pasti beda logat/suara. Tidak mengerti bahasa Ibrani bukan berarti tidak bisa menganalisis. Justru Andalah yang "sombong" merasa tahu Ibrani lalu menyalahkan pelafalan maupun penyalinan huruf keenam Ibrani W versus V. Yang ahli Ibrani jauh melebihi Anda tentu sangat banyak dan kenyataannya melafal YHWH bahkan YAHWEH dalam Bibleworks6. Memangnya Anda lebih jago Ibrani ketimbang para ahli / sumber yang ada dalam Bibleworks6? Saya diundang debat dengan alasan membaca tulisan saya di berbagai milis.
Simple saja argumen dari saya :
Apakah Anda yakin Bible Works 6 sudah mendapat endorsement dari Jewish Publication Society? Tidak, kan?
Kebenaran saja, saya tahu sedikit tata bahasa Ibrani, dan saya menginformasikan bahwa dalam penulisan tata bahasa Ibrani tidak dikenal huruf W. Apakah itu membuat saya sombong di mata Anda?
Hehehe...sebenarnya yang keras kepala adalah Anda yang sama sekali tidak mengetahui peraturan dan aturan yang berlaku dalam tata bahasa suatu bangsa. (Maaf, saya terpaksa menulis tegas karena sudah berulang kali saya bagikan tetapi tidak juga diterima karena ego Anda)
Kalau memang tidak jelas seperti ini mengapa anda memaksa orang Kristen lain menggunakan "Yahweh"? Dengan kata lain mengapa anda mengikat hati nurani orang lain dengan ajaran yang belum pasti kebenarannya?
Simple saja Only,
Penulisan kata YAHWEH sama sekali tidak pernah ada dan ditemukan dalam PL berbahasa Ibrani.
Bukti :
Modern Hebrew Deu 4:2 לא תספו על־הדבר אשר אנכי מצוה אתכם ולא תגרעו ממנו לשמר את־ מצות יהוה אלהיכם אשר אנכי מצוה אתכם׃
King James Version Deu 4:2 Ye shall not add unto the word which I command you, neither shall ye diminish ought from it, that ye may keep the commandments of the LORD your God which I command you.
Ketika Sdr Kristian memaksakan pemakaian kata YAHWEH yang notabene sama sekali tidak pernah ditemukan di dalam PL berbahasa Ibrani, itu sama saja dengan : add unto the word which I command you.
Pemakaian kata YAHWEH adalah pelanggaran terhadap Ul.4:2 karena menambahkan kata yang sudah tertulis di Scripture. Itu yang tidak disadari oleh Sdr Kristian.
Yang saya pikir menjadi crux dari perdebatan ini adalah: (saya kutip dari diskusi saya dengan Kristian) di multiplynya:
Saya perhatikan bahwa argumen terkuat dari mereka yang menggunakan kata “Allah” adalah fakta bahwa kata “Yahweh” tidak digunakan dalam Perjanjian Baru. Yang digunakan malah padanan kata Yunaninya. Kemudian ternyata memang Perjanjian Baru itu ditulis dalam Bahasa Yunani. Lalu karena semua mengakui bahwa kitab Perjanjian Baru itu adalah hasil pengilhaman Roh Kudus, maka tentunya tidak digunakannya kata “Yahweh” bukan masalah. Atau dengan kata lain menggantikan kata “Yahweh” dengan padanan kata dalam bahasa lain bukan masalah.
Mungkin pak Andre bisa kasih sedikit penerangan di sini.
OJS
Shalom Only,
Dalam PB, memang dipakai kata THEOS untuk menerjemahkan kata ELOHIM. Dalam bahasa Inggris kata THEOS ini menjadi GOD. Dan dalam bahasa Indonesia menjadi ALLAH.
Sebelum kita meng-endorse kata ALLAH untuk menerjemahkan THEOS/ELOHIM/GOD ke dalam bahasa Indonesia, maka kita perlu menyelidiki lebih dulu apakah ALLAH itu merupakan sebuah "nama" atau sebuah "jabatan"?
Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia kita tahu bahwa kata ALLAH adalah sebuah "nama", bukan sebuah "jabatan".
Karena ada tertulis ayat di Kel 23:13, maka demi ayat ini, kita tidak dapat memakai kata ALLAH untuk menterjemahkan THEOS/ELOHIM/GOD. Perlu dicari kata lain dalam Alkitab bahasa Indonesia untuk menterjemahkan THEOS/ELOHIM/GOD ke dalam bahasa Indonesia.
Tentang pemakaian kata YAHWEH, hal itu menyalahi Ul 4:2 karena jika kita melihat Tanakh atau PL berbahasa Ibrani, tidak pernah ada penulisan YAHWEH. Jadi penulisan kata YAHWEH adalah pelanggaran terhadap Ul 4:2.
Penulisan yang benar dalam bahasa Ibrani adalah YHVH yang terdiri dari huruf-huruf Ibrani YOD-HEY-VAV-HEY.
Setahu saya, menurut TGR BOEKER, huruf keenam dalam alpabet ibrani atau huruf ketiga dalam YHWH ibrani dibaca Waw, dan setahu saya bahkan seharusnya tidak ada V adanya Vet, tidak ada W adanya waw tidak ada ch adanya khet, dll. Itu karena memang abjad dan cara baca mereka jelas berbeda. Jikalau huruf ketiga itu VAV ya tidak bisa dibaca, itu adalah translitrasi yang karena keterbatasan teknik pengucapan huruf dan sudah jelas beda dasar hurufnya. Sampai kapanpun tidak bisa disamakan dengan alphabet latin, cuma bisanya di transiltrasikan dan dicarikan cara pengucapan terdekat, vav tidak bisa dibaca vav ya bacanya waw ya itu kalau di alphabet jadinya W.
Koreksi saya kalau salah, tapi memang karena itulah jadi banyak perbedaan serapan bahasa2 hingga ke agama semit sekarang. Dawwid karena pake dagesh lene menjadi David pada terjemahan latin, tapi jadi daud di asia dan arab, shalom alechim jadinya shalom alehim (karena kita tidak ada satu huruf yang dibaca ch) ( tapi baca h-nya pake reak karena itu bukan huruf he tapi huruf khet ) sedangkan huruf v yang ada adalah vet yang kalau diberi dagesh maka menjadi bed, misalnya pada Navi, atau Avram kalau Vet, kalau Bed contoh pada Ba'it.
Atau barangkali mas Andre ada buku acuan belajar ibrani yang lebih paten dari TGR Boeker?
Pengagung Allah? Istilah ini bahkan saya baru dengar sekarang yang sampai membuat saya tersenyum. El itu adalah Tuhan pada bahasa Ibrani, El'oh itu sebutan yang lebih sering di gabung dengan Elochim Adonai, Elloh, Allah, Auloh, Ouloh, sounds familiar ?? Bang Jaka, Bang Joko, Jeshua, Yoshua, Yesus Ye'Su(china), Yohann - John, Barokah Berkah, soal bahasa resapan karena masing2 negara pelafalan beda aja kok di sebut pengangung sesuatu.
Hikmat Marifat dari Bapa tidak bisa dibatasi dari 1-2 ayat, tapi dari pemahaman menyeluruh alkitab, tapi Roh Kudus juga bisa langsung kasih tau kok, soal Allah dan YHWH ini, cuma butuh hati tenang, akrab dengan alkitab, jangan terlalu terikat denominasi, trus fokus pada Yesus.
KJV tidak Netral karena dalam penterjemahannya masuk politik dan kepentingan Raja Inggris,namanya saja sudah cukup jelas : King James. Saya sudah meneliti bagian yang paling mendasar seperti pasal tentang perceraian dan pasal tersebut menunjukkan bagian yang fatal yang membuat kita dapat mengambil kesimpulan : kalau karena berzina,maka boleh bercerai
Pada prinsipnya,semua penterjemahan memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. Lebih baik membaca Earliest Codex(s) baik untuk Old dan New Covenant pada point Netralitas
Sebaiknya Anda mempelajari sejarahnya dengan benar tentang bagaimana sampai disebut King James Version.
Nama yang official sebenarnya adalah AUTHORIZED VERSION 1611. Bukan King James Version. Tetapi orang awam menterjemahkan menjadi King James Version karena saat itu Inggris keluar dari sistem Roma Katolik dan membutuhkan Alkitab bagi masyarakat Kristen di Inggris.
Karena itu King James mengeluarkan perintah untuk menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris pertama kalinya.
Dalam AV 1611 sama sekali tidak ditemukan pengaruh dari King James. Hanya orang-orang yang anti terhadap KJV saja yang mencari-cari masalah tentang hal ini.