Jesus is the Only Saviour/ Yesus Satu-Satunya Juruselamat

Blog EntryAloofianismJun 11, '08 12:59 AM
for everyone
Ini adalah istilah yang muncul setelah perdebatan antara Gene Cook Jr. dengan seorang ateis bernama Dr. Lee Basham. Istilah ini ditujukan pada taktik yang digunakan oleh kaum ateis pada saat berdebat dengan Kristen dimana kaum ateis menolak untuk mengatakan apa yang mereka percaya pada saat perdebatan. Mereka hanya mengatakan bahwa mereka tidak percaya adanya Tuhan. Mereka seolah-olah hanya mengambil posisi negatif terhadap kekristenan dan tidak mau sama sekali untuk mengatakan posisinya. Dengan demikian beban pembuktian hanya berada pada orang Kristen. Mereka terbebas dari pembuktian terhadap apa yang mereka percayai. Trik yang sangat licik. Dengan demikian akan tidak mungkin untuk menyerang posisi karena dia menghindar terus-menerus alias mereka tidak harus mempertanggung jawabkan kepercayaan mereka. Hal ini tampaknya diakibatkan karena mereka selalu kalah dalam perdebatan dengan Kristen presuposisionalis.

Perbedaannya dengan Kesalahan Logika Burden of Proof adalah bahwa dalam kesalahan logika ini lawan berani mengungkapkan posisi alias tidak hanya mengatakan bahwa dia berposisi negatif sementara dalam aloofianism, dia mengatakan bahwa dia tidak punya posisi sama sekali.

Tapi kaum ateis di Indonesia kayaknya belum secanggih itu. Bahkan mereka mungkin belum tahu keberadaan presuposisi. :). Masih terbelakang kayaknya ateis di Indonesia (atau mereka belum turun gunung. :)

Diskusi dengan Lee Basham dapat didownload di sini: http://tnma.blogspot.com/2008/05/introducing-aloofianism-with-dr-lee.html
Diskusi yang mengupas kebodohan Lee Basham di sini: http://tnma.blogspot.com/2008/05/critiqueing-allofianism-show-925-052408.html



vanriza wrote on Jun 11
apa maksudnya bahwa mereka mungkin belum tahu presuposisi bro? Apakah atheis indonesia hanya "secara buta" saja menolak adanya Tuhan tanpa mereka sendiri punya anggapan dasar pemikiran mereka atau bagaimana?
jesusalone wrote on Jun 11, edited on Jun 13
vanriza said
apa maksudnya bahwa mereka mungkin belum tahu presuposisi bro?

Ateis Indonesia yang saya jumpai belum sampai pemahamannya ke sini.
jesusalone wrote on Jun 11
vanriza said
Apakah atheis indonesia hanya "secara buta" saja menolak adanya Tuhan tanpa mereka sendiri punya anggapan dasar pemikiran mereka atau bagaimana?
Seperti ateis di Negara lain mereka tentunya punya alasan. Tetapi apapun alasan yang mereka pakai, tetap itu alasan yang bodoh dan merusak diri sendiri. Tetapi ateis Indonesia belum secanggih para counterpart mereka di Negara-negara Amerika dan mungkin juga Eropa yang terpapar dengan apologetika presuposisi.
rotacse wrote on Jun 11
ini namanya onus probandi, ato burden of proof, dimana pihak lawan membebankan kepada kita untuk memberi bukti padahal dirinya sendiri gak punya bukti. ada di wikipedia.

http://en.wikipedia.org/wiki/Burden_of_proof
jesusalone wrote on Jun 11
rotacse said
ini namanya onus probandi, ato burden of proof, dimana pihak lawan membebankan kepada kita untuk memberi bukti padahal dirinya sendiri gak punya bukti. ada di wikipedia.

http://en.wikipedia.org/wiki/Burden_of_proof
thanks
jesusalone wrote on Jun 11
rotacse said
ini namanya onus probandi, ato burden of proof, dimana pihak lawan membebankan kepada kita untuk memberi bukti padahal dirinya sendiri gak punya bukti. ada di wikipedia.

http://en.wikipedia.org/wiki/Burden_of_proof
Thanks. Tetapi itu kalau itu pure burden of proof, maksudnya seseorang bicara tetap mengakui posisinya tetapi membalikkan burden of proof kepada sang lawan. No? Sementara aloofianism adalah seseorang menolak mengambil posisi tertentu dan dia mengatakan seolah-olah posisinya hanya posisi negative dari lawan padahal sebenarnya itu dia memiliki sesuatu yang dia affirm tetapi dia menolak menyatakannya dan terus-menerus melarikan diri.
jesusalone wrote on Jun 11
Thanks to rotacse, saya sedikit modifikasi postingan saya.
rotacse wrote on Jun 11
sep
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help