Beberapa saat yang lalu saya membaca tulisan seseorang di salah satu blog yang pada dasarnya mengatakan bahwa semua adalah allah (saya sengaja tidak menggunakan A). (http://arlnov.blogdrive.com/) Orang ini penganut pantheis. Kemudian pada tulisan lain dia mengeluh tentang para islam radikal yang melakukan jihad dengan jalam mengebom tempat – tempat ramai dan mengakibatkan banyak korban yang tidak bersalah.
Memang benar, kaum – kaum jihad itu patut dikutuk atas perbuatan keji mereka. Namun yang menjadi keheranan saya adalah ada orang yang percaya bahwa semua adalah allah yang kemudian mengutuk orang lain (yang menurut kepercayaannya sendiri adalah allah). Ada kontradiksi yang sangat menyolok di antara kedua hal yang dipegang si orang tersebut.
Saya mencoba menunjukkan kepada si orang tersebut bahwa kalau memang segala sesuatu adalah allah, maka dia tidak punya hak untuk mengkritik siapapun. Toh, orang – orang tersebut hanya menjalankan haknya sebagai allah. Entah mereka mau membunuh orang, mau memperkosa orang, mau menggarong, mau nungging atau mau apa saja, tidak ada seorangpun yang boleh melarang mereka karena mereka adalah allah.
Pada saat blogger tersebut membaca tulisan saya, dia menulis…”anjing menggonggong khafilah berlalu”. Saya merasa takjub saja melihat bagaimana irasionalisme dan superfisialisme melanda pemikiran orang jaman sekarang. Anyway, saya juga pernah jadi irasionalis selama beberapa saat.