Di bawah ini adalah petikan perbincangan antara Richard Dawkins (seorang atheis ekstrim yang sangat anti agama dan menggunakan teori evolusi Darwin sebagai kendaraan untuk mempromosikan ateisme) dengan seorang penanya dari audiens dalam event promosi Buku Dawkins terbaru berjudul “The God Delusion”. Perhatikan ketidakkonsistenan Dawkins. Perhatikan pula standar ganda si Dawkins, dia menyerang agama terutama Kristen karena menurut dia tidak konsisten sementara dia sendiri tidak konsisten. William Dembski menyebut Dawkins sebagai ‘village atheist’ atau atheis kampungan
Manzari: Dr. Dawkins terima kasih atas komentar – komentar anda. Satu hal yang saya paling hargai dari komentar – komentar anda adalah konsistensi dengan hal – hal yang saya lihat anda tulis. Salah satu hal yang saya ingin anda tanyakan kepada anda adalah, tentang hal dimana saya pikir ada ketidakkonsistenan dan saya harapkan anda akan memberikan klarifikasi; tampaknya anda mengambil posisi sebagai penganut determinisme garis keras yang mengatakan bahwa apa yang kita lihat di sekitar kita adalah akibat dari hukum – hukum fisika yang bekerja sendiri; sementara itu di pihak lain tampaknya anda melakukan hal – hal seperti misalnya menerima pujian karena menulis buku ini atau hal – hal yang mirip dengan itu. Namun tampaknya, [dan ini bukan sesuatu yang lucu], posisi yang konsisten seharusnya adalah bahwa dalam penulisan buku ini, sudah ditentukan sejak peristiwa Ledakan Besar untuk menjadi produk yang kita lihat saat ini. Menurut saya itu adalah posisi yang konsisten namun saya ingin tahu apa yang anda pikirkan tentang hal itu.
Dawkins: Pertanyaan filosofis tentang determinisme adalah pertanyaan yang sangat sulit. Pertanyaan itu tidak saya bahas dalam buku ini, maupun dalam buku lain yang saya pernah bicarakan. Nah, seorang penganut determinisme ekstrim, seperti dikatakan penanya, bisa saja mengatakan bahwa sagala sesuatu yang kita lakukan, segala sesuatu yang kita pikirkan, segala sesuatu yang kita tulis telah ditentukan sejak awal terjadinya waktu sehingga menerima pujian atas apapun tampaknya tidak masuk akal sama sekali. Saya tidak tahu apa pendapat saya tentang hal itu, saya belum mengambil posisi tentang hal itu, bukan bagian saya untuk membicarakan isu filosofis tentang determinisme. Yang saya tahu adalah apa yang saya rasakan dan saya pikir kita semua rasakan, kita tidak merasa ditentukan/dipaksa. Kita merasa seperti menyalahkan orang lain atas apa yang mereka lakukan atau memberikan pujian atas apa yang mereka lakukan. Kita merasa mengagumi orang lain atas apa yang mereka lakukan. Tidak ada seorangpun dari kita yang berkata, "Oh ya, dia memang tidak dapat tidak melakukannya, dia memang diarahkan oleh molekul - molekul." Mungkin kita harus… kadang – kadang saya… aa… anda mungkin ingat banyak dari anda yang telah menonton Fawlty Towers. [Yaitu] episode dimana mobil Basil tidak bisa dihidupkan dan dia memberikan peringatan yang cukup keras, menghitung sampai tiga, lalu kemudian keluar dari mobil dan memilih dahan pohon dan menggebuknya sekuat tenaga. Mungkin kita semua perlu... Seperti halnya kita menertawakan Basil Fawlty, mungkin kita perlu menertawakan orang – orang yang menyalahkan orang lain. Maksud saya, pada saat kita menghukum orang lain karena melakukan pembunuhan yang paling keji, mungkin sikap kita seharusnya "Oh mereka memang diatur [untuk menjadi demikian] oleh molekul – molekul [dalam tubuh]nya." Adalah sesuatu yang bodoh untuk menghukum mereka. Yang seharusnya kita lakukan adalah berkata "Unit ini memiliki motherboard yang tidak berfungsi dan karena itu perlu diganti." Saya sendiri tidak bisa melakukan itu. Sebenarnya saya memberi tanggapan secara emosional dan saya menyalahkan orang, saya memberikan pujian kepada orang, atau saya mungkin akan sedikit lebih berbaik hati dan berkata kepada orang yang melakukan pembunuhan atau pelecehan terhadap anak bahwa orang itu sebenarnya memang dilecehkan pada masa kecilnya. Dan sekali lagi saya mungkin akan mengambil sebuah …
Manzari: Namun secara pribadi apakah anda melihatnya sebagai ketidakkonsistenan dalam pandangan anda?
Dawkins: Saya memang sepertinya melihatnya demikian. Ya. Namun ketidakkonsistenan ini adalah sesuatu yang kita perlu jalani saja kalau tidak maka hidup tidak dapat ditolerir. Namun itu tidak ada hubungan apa – apa dengan pandangan saya tentang agama. Itu adalah isu yang sangat berbeda.
Manzari: Terima Kasih.
Sumber: http://www.evolutionnews.org/2006/10/who_wrote_richard_dawkinss_new.html#more
Juga di sini: http://www.uncommondescent.com/archives/1739